Search This Blog

sponsor

Tuesday, May 8, 2018

PEMIKIRAN PLATO,SCHOKRATES,DAN ARISTUTELES


1.   Plato
(Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas)
Plato kini dikenal sebagai salah satu filsuf terbesar sepanjang masa. Ia lahir sekitar 429 SM, dekat dengan waktu kematian Perikels, dan ia meninggal pada 347 SM, tak lama setelah kelahiran Aleksander Agung. Plato lahir di Athena, dari keluarga yang kaya dan kuat. Banyak kerabatnya yang terlibat dalam politik Athena.
Semasa muda, ia berguru kepada Sokrates, dan belajar banyak mengenai cara berpikir serta apa yang harus dipikirkan. Setelah Sokrates dibunuh pada 399 SM, Plato menjadi berang. Plato, yang ketika itu berusia 30 tahun, mulai menuliskan beberapa percakapannya dengan Sokrates. Oleh karena itu, gagasan Sokrates pada masa kini banyak diketahui dari tulisan-tulisan Plato.
Meskipun demikian, setelah beberapa lama, Plato mulai menuliskan gagasannya sendiri. Salah satu karya pertamanya adalah Republik, yang menggambarkan gagasan Plato mengenai bentuk pemerintahan yang lebih baik daripada pemerintahan Athena. Plato menganggap bahwa sebagian besar orang cukup bodoh sehingga tak boleh memiliki hak untuk memutuskan mengenai segala sesuatu. Alih-alih, orang-orang terbaiklah yang harus menjadi pelindung orang lainnya. Plato sendiri berasal dari keluarga aristokrat sehingga ia mungkin menganggap dirinya termasuk dalam golongan orang terbaik.
Plato juga memikirkan dunia alami dan cara kerjanya. Ia menyatakan bahwa segala sesuatu memiliki semacam wujud ideal, misalnya kursi ideal, dan kemudian kursi nyata hanyalah tiruan buruk dari kursi ideal yang hanya ada dalam pikiran manusia. Salah satu cara Plato untuk menjelaskan gagasan ini adalah dengan metafora terkenal mengenai gua. Ia mengatakan bahwa, misalkan ada sebuah gua, dan di dalamnya ada beberapa orang yang dirantai ke dinding gua, sehingga mereka hanya dapat melihat bagian belakang gua. Orang-orang ini tidak dapat melihat ke luar gua, atau bahkan saling melihat satu sama lain dengan jelas. Mereka hanya dapat melihat bayangan dari apa yang berada di belakang mereka. Akhinya orang-orang ini beranggapan bahwa bayangan-bayangan tersebut adalah hal nyata.
Plato dan Aristoteles
Lalu, misalkan ada seseorang yang berhasil kabur dan keluar dari dalam gua. Ia lalu melihat benda-benda nyata yang sebenarya. Jika ia kembali ke gua dan memberitahukan itu kepada orang-orang, tentu ia akan dianggapp gila dan tak akan dipercaya.
Plato mengatakan bahwa manusia adalah orang-orang yang berada di dalam gua. Manusia mengira bahwa mereka memahami dunia nyata, namun karena terjebak dalam tubuh, maka manusia hanya melihat bayangan di dinding. Salah satu tujuan Plato adalah membantu manusia memahmi dunia nyata dengan lebih baik, dengan cara mencari tahu caray memperkirakan atau memahamii dunia nyata bahkan tanpa melihatnya.
Ada kemungkinan bahwa gagasan Plato mengenai perbedaan antara dunia nyata dan ilusi yang tampak berkiatan dengan gagasan Hindu dan Buddha mengenai nrwana, yang muncul di India sekitar masa yang sama.
Jika kursi memiliki bentuk ideal, begitu pula manusia. Wujud ideal manusia, menurut Plato, adalah jiwa. Jiwa tersusun dari tiga bagian, yaitu nafsu, kehendak, dan akal. Kehendak membuat kita mampu mengendalikan nafsu, dan akal membantu menentukan kapan harus mematuhi atau menahan nafsu. Jika ketiga unsur ini seimbang, maka hidup akan menjadi bahagia.
Akan tetapi, jika ketiga unsur itu tidak seimbang, maka akan terjadi kekacauan. Jika nafsu terlalu kuat, maka seseorang bisa saja menyakiti orang lain; jika kehendak terlalu kuat, maka seseorang bisa saja menyakiti dirinya sendiri; dan jika akal tidak bekerja dengan baik, maka seseorang tak akan dapat mengendalikan nafsu dengan benar dan dapat berujung pada kelainan mental.
Gagasan Plato mengenai politik tidak terlalu diperhatikan di Athena, dengan tak lama setelah kematian Sokrates, ia pergi ke Sisilia untuk menjadi guru bagi seorang pangeran muda di sana. Ia berupaya mendidik sang pangeran menjadi pelindung yang baik bagi rakyatnya. Akan tetapi, sang pangeran tidak terlalu peduli pada ajaran Plato, dan setelah dua belas tahun mengajar, Plato, kini telah menginjak usia pertengahan empat puluh tahun, menyadari bahwa ia telah gagal. Ia akhirnya kembali ke Athena.
Di Athena, Plato membuka skeolah filsafat yang disebut Akdemi. Sekolah ini menjadi terkenal dan Plato tinggal di sana hingga wafat pada usia kira-kira delapan puluh tahun. Salah satu murid Plato di Akademi ini adalah Aristoteles. Plato menghabiskan sisa hidupnya dengan menulis karya lainnya tentang politik yang berjudul Hukum, yang lebih bernuansa pesimis daripada Republik, dan isinya lebih banyak membicarakan mengenai betapa korupnya para polirisi, dan betapa mereka harus terus diawasi.
Plato meninggal pada 347 SM. Murid-muridnya di Akademi merawat dan menyalin semua tulisn Plato, sehingga pada masa kini kita memiliki catatan yang cukup lengkap mengenai gagasan-gagasan Plato.
(Halaman ini terakhir diubah pada 4 Oktober 2016, pukul 05.24.)


2.  Socrates
Socrates  (469 SM - 399 SM) adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur paling penting dalam tradisi filosofis Barat. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah guru Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles. Semasa hidupnya, Socrates tidak pernah meninggalkan karya tulisan apapun sehingga sumber utama mengenai pemikiran Socrates berasal dari tulisan muridnya, Plato.
Socrates[2] diperkirakan lahir dari ayah yang berprofesi sebagai seorang pemahat patung dari batu (stone mason) bernama Sophroniskos. Ibunya bernama Phainarete berprofesi sebagai seorang bidan, dari sinilah Socrates menamakan metodenya berfilsafat dengan metode kebidanan nantinya. Socrates beristri seorang perempuan bernama Xantippe dan dikaruniai tiga orang anak.
Secara historis, filsafat Socrates mengandung pertanyaan karena Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Apa yang dikenal sebagai pemikiran Socrates pada dasarnya adalah berasal dari catatan Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya. Yang paling terkenal diantaranya adalah penggambaran Socrates dalam dialog-dialog yang ditulis oleh Plato. Dalam karya-karyanya, Plato selalu menggunakan nama gurunya sebagai tokoh utama sehingga sangat sulit memisahkan gagasan Socrates yang sesungguhnya dengan gagasan Plato yang disampaikan melalui mulut Sorates. Nama Plato sendiri hanya muncul tiga kali dalam karya-karyanya sendiri yaitu dua kali dalam Apologi dan sekali dalam Phaedrus.[3]
Socrates dikenal sebagai seorang yang tidak tampan, berpakaian sederhana, tanpa alas kaki dan berkelilingi mendatangi masyarakat Athena berdiskusi soal filsafat. Dia melakukan ini pada awalnya didasari satu motif religius untuk membenarkan suara gaib yang didengar seorang kawannya dari Oracle Delphi yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang lebih bijak dari Socrates. Merasa diri tidak bijak dia berkeliling membuktikan kekeliruan suara tersebut, dia datangi satu demi satu orang-orang yang dianggap bijak oleh masyarakat pada saat itu dan dia ajak diskusi tentang berbagai masalah kebijaksanaan. Metode berfilsafatnya inilah yang dia sebut sebagai metode kebidanan. Dia memakai analogi seorang bidan yang membantu kelahiran seorang bayi dengan caranya berfilsafat yang membantu lahirnya pengetahuan melalui diskusi panjang dan mendalam. Dia selalu mengejar definisi absolut tentang satu masalah kepada orang-orang yang dianggapnya bijak tersebut meskipun kerap kali orang yang diberi pertanyaan gagal melahirkan definisi tersebut. Pada akhirnya Socrates membenarkan suara gaib tersebut berdasar satu pengertian bahwa dirinya adalah yang paling bijak karena dirinya tahu bahwa dia tidak bijaksana sedangkan mereka yang merasa bijak pada dasarnya adalah tidak bijak karena mereka tidak tahu kalau mereka tidak bijaksana.
Cara berfilsatnya inilah yang memunculkan rasa sakit hati terhadap Socrates karena setelah penyelidikan itu maka akan tampak bahwa mereka yang dianggap bijak oleh masyarakat ternyata tidak mengetahui apa yang sesungguhnya mereka ketahui. Rasa sakit hati inilah yang nantinya akan berujung pada kematian Socrates melalui peradilan dengan tuduhan merusak generasi muda. Sebuah tuduhan yang sebenarnya bisa dengan gampang dipatahkan melalui pembelaannya sebagaimana tertulis dalam Apologi karya Plato. Socrates pada akhirnya wafat pada usia tujuh puluh tahun dengan cara meminum racun sebagaimana keputusan yang diterimanya dari pengadilan dengan hasil voting 280 mendukung hukuman mati dan 220 menolaknya.
Socrates sebenarnya dapat lari dari penjara, sebagaimana ditulis dalam Krito, dengan bantuan para sahabatnya namun dia menolak atas dasar kepatuhannya pada satu "kontrak" yang telah dia jalani dengan hukum di kota Athena. Keberaniannya dalam menghadapi maut digambarkan dengan indah dalam Phaedo karya Plato. Kematian Socrates dalam ketidakadilan peradilan menjadi salah satu peristiwa peradilan paling bersejarah dalam masyarakat Barat di samping peradilan Yesus Kristus.
Filosofi
Kematian Socrates, lukisan karya pelukis Jacques-Louis David (1787).
Peninggalan pemikiran Socrates yang paling penting ada pada cara dia berfilsafat dengan mengejar satu definisi absolut atas satu permasalahan melalui satu dialektika. Pengejaran pengetahuan hakiki melalui penalaran dialektis menjadi pembuka jalan bagi para filsuf selanjutnya. Perubahan fokus filsafat dari memikirkan alam menjadi manusia juga dikatakan sebagai jasa dari Sokrates. Manusia menjadi objek filsafat yang penting setelah sebelumnya dilupakan oleh para pemikir hakikat alam semesta. Pemikiran tentang manusia ini menjadi landasan bagi perkembangan filsafat etika dan epistemologis di kemudian hari.
Pengaruh
Sumbangsih Socrates yang terpenting bagi pemikiran Barat adalah metode penyelidikannya, yang dikenal sebagai metode elenchos, yang banyak diterapkan untuk menguji konsep moral yang pokok. Karena itu, Socrates dikenal sebagai bapak dan sumber etika atau filsafat moral, dan juga filsafat secara umum.
https://id.wikipedia.org/wiki/Socrates








3.  Aristoteles
Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Ayah Aristoteles adalah Nikomakhos, seorang tabib yang tinggal di dekat Makedonia, di Yunani utara. Jadi tak seperti Sokrates dan Plato, Aristoteles tidak berasal dari Athena. Dia juga tak berasal dari keluarga kaya seperti halnya Plato, meskipun ayahnya juga bukanlah orang miskin.
Semasa muda, sekitar tahun 350 SM, Aristoteles belajar di Akademi Plato. Plato sendiri saat itu sydah sangat tua. Aristoteles belajar dengan baik di Akademi, namun dia tidak pernah menjadi salah satu pemimpinnya, dan ketika Plato meninggal, para peimpinnya memilih orang lain alih-alih Aristoteles untuk memimpin Akademi. Kemungkinan Aristoteles merasa kesal akibat tak terpilih.
Tidak lama setelah itu, Aristoteles meninggalkan Athena dan pergi ke Makedonia dan menjadi tutor bagi pangeran muda Aleksander, yang kelak akan menjadi Aleksander Agung. Sejauh yang diketahui, Aleksander tidak terlalu tertarik pada pembelajaran dengan Aristoteles, namun mereka tetap berkawan baik. Setelah Aleksander tumbuh dewasa dan menjadi raja, Aristoteles kembali ke Athena dan membuka sekolahnya sendiri di sana, yang dsiebut Lykeum, yang menjadi saingan Akademi Plato. Kedua sekolah itu sukses selama ratusan tahun.
Aristoteles lebih tertarik kepada ilmu pengetahuan daripada Sokrates ataupun Plato, mungkin karena ayahnya adalah seorang tabib. Dia ingin menggunakan metode logika Plato untuk mengetahui bagaimana dunia berjalan; oleh karena itu Aristoteles dianggap sebagai bapak metode ilmiah. Aristoteles secara khusus tertarik pada biologi, dalam pengelompokkan tanaman dan hewan dengan cara yang masuk akal. Ini memang ciri khas kebudayaan Yunani, yang selalu ingin mengubah ketidakteraturan menjadi keberaturan, menerapkan keberaturan buatan manusia ke dalam dunia alami yang kacau.
Ketika Aleksander menjelajahi Asia Barat, dia dan para pembawa pesannya mengambil tanaman-tanaman aneh untuk dipelajari oleh Aristoteles. Aristoteles juga berusaha membuat keberaturan dalam pemerintahan. Dia menciptakan sistem klasifikasi monarki, oligarki, tirani, demokrasi dan republik, yang masih dipakai hingga sekarang.
Ketika Aleksander meninggal pada tahun 323 SM, terjadi pemberontakan terhadap Makedonia di Athena. Orang Athena menuduh Aristoteles memihak Makedoni (kemungkina nmemang benar adanya; dia jelas, seperti halnya Plato, bukanlah seorang demokrat). Dia dengan cepat meninggalkan Athena dan menghabiskan sisa hidupnya di daerah Yunani utara lagi, di tempat kelahirannya.
(Halaman ini terakhir diubah pada 4 Oktober 2016, pukul 05.30)
 https://id.wikibooks.org/wiki/Yunani_Kuno/Filsafat/Aristoteles

SAHABAT








Kisah ini menceritakan tentang kisah nyata
 sebuah persahabatan  dan cinta yang mhancur karna sebuah keegoisan
kisah yang ajarkan seberapa pentingnya sahabat
kisah dimana karna cinta
 tidak boleh lupa akan sebuah persahabatan
kisah
dimana sebuah
kejujuran,pengertian,kepada sesama
adalah sebuah pondasi penting dalam sebuah ikatan.


Cerita kami berawal dari sebuah warung kopi dekat kampus  dimana kami berempat selalu bersama hingga sekarang,dimana sebuah kebersamaan yang mempersatukan kami layaknya sebuah ikatan keluarga.
Dan merekalah para sahabatku yang pertama Juna dia gagah, dan disukai banyak perempuan sayangnya seorang playboy,dia berasal dari keluarga kecukupan dan sahabatku yang kedua Angga dia adalah orang yang sederhana,pintar,dan selalu focus pada tujuannya untuk menggapai cita-citannya,dia berasal dari keluarga yang sederhana benar- benar sederhana yang ketiga  sahabatku yang paling cantik sayangnya tomboy,hanya saat di kampus saja dia mengenakan hijab dan dialah yang suarannya paling keras diantara kita berempat,dia berasal dari kalangan ningrat,yang terakhir saya farez yang selalu di manja kedua orangtuannya  dan apa yang dia inginkan selalu di beri,ya dia berasal dari keluarga yang seba kecukupan.
Perbedaan latar belakang keluarga kami dan perbedaan sifat kami yang membuat kami semakin erat dalam persahabatan.
   Kami dikenal sebagai empat orang sahabat yang selalu membuat hidup suasana di kampus, empat orang sahabat yang selalu bersama kemanapun mereka pergi, sayangnya selalu ada ujian dalam kehidupan bahkan dalam persahabatan yang sudah sangat kuat dan itu semua berawal sejak
Hari senin 7 Januari 2017, Dara yang sedang merenungkan kesedihannya dengan memutar music pada henfonya setelah berpisah dari firman  pacarnya yang satu angkatan dan satu kelas dengan dara.Di dattangi oleh kedua sahabatnya yaitu Juna dan Angga yang merasa heran karna kediaman Dara yang tidak biasa selama berada di kampus.
 Juna yang secara sepontan mematikan musiknya dan  bertanya kepada Dara tentang kediamannya membuat dara menceritakan tentang masalah yang sedang di hadapinya karna Firman. Dara yang menceritakan kediamannya yang tidak wajar dari beberapa minggu yang lalu karna Firman pacarnya yang sudah meminta Dara untuk menjadi wanita yang anggun yang bertolak belakang dengan karakternya yang ceria,humoris dan berbicara keras, bahkan iya dilarang untuk dekat dengan teman laki-lakinya, Dara yang selalu mengikuti keinginnan Firman karna besarnya cinta Dara pada Firman, Darara merasa sangat kecewa karna telah di kecewakan oleh Firman yang telah menduakan Dara selama ini.
Juna yang ingin menghibur dara mengajak dara untuk ikut datang keacara makan bersama  untuk merayakan ulangtahun Farez,dengan bersamaan Angga mengatakan kata-kata bijak untuk menghibur dara dengan mengatakan untuk focus pada cita-cita dan tujuan dikampus.
Juna ,Angga,dan Dara yang sudah datang telebih dahulu  di mana tempat mereka janjian dengan Farez menunggu farez yang akan mengajak makan bersama dalam acara ulangtahun.
Juna dan Angga terkejut melihat Farez bersama 2 orang wanita, Farez yang di Tanya oleh Dara bagai mana bias membawa Riani yang selalu dilarang main oleh orang tuanya dan Vinda yang seorang gadis cantik yang di sukai banyak laki-laki di kampus  untuk ikut pergi makan bersama.
    Farez yang menjawab bahwa dengan adannya bantuan Vinda iya dapat membawa Riani ke sini, setelah acara makan selesai Farez menyatakan bahwa bukan hanya ini hari sepesial ulangtahun farez saja akan tetapi juga hari jadi cinta kasih Farez.
Angga yang terkejut mendengar kata hari cinta kasih  langsung memotong perkataan Farez menanyakan dengan siapa dia berpacaran ,membuat Farez langsung menjawab bahwa vinda pacarnya,melihat Juna dan Angga salah tinggkah mengatakan bahwa itu hanya bercanda karna Farez berpacaran dengan Riani.
Setelah farez berkata Juna dan Angga tersenyum kaarna mereka sama-sama menyimpan perasaan pada Vinda gadis cantik yang sangat di sukai oleh banyak lelaki kampusnya.
Kampus yang di hebohkan  karna ulah 4orang sahabat yang terkenal selalu bersama,aktif dalam membuat heboh kelas,karna humorisnya kini Juna dan Agga yang menjadi orang yang pasif hingga membuat kelas heboh dan bertanya – tanya apa yang membuat mereka diam kaku di kelas.
Dara yang mendapat banyak pertanyaan dari teman-temannya di kampus Darapun meminta Farez menanyakan apa yang terjadi pada Juna dan Dara bertanya  pada Angga.
Juna yang mengatakan perasaannya pada Vinda yang membuat Juna terdiam di kampus agar terlihat anak yang pendiam dan kalem,Farez yang terkejut mendengar perkataan Juna  sama seperti perkataan Angga pada Dara membuat farez harus diam agar tidak saling ber musuhan karna perempuan.
       Cara angga untu mendekati vinda dengan ia merubah sifat nya yang awalnya aktif dan humoris di kelas menjadi pendiam untuk mendapatkan perhatian dari Vinda, tetapi setiap Angga mendekati Vinda dan berusaha untuk mencoba berbicara kepadanya Vinda selalu menghindar dan menjauhi Angga.
Hingga sekarang belum ada yang tau kenapa Vinda selalu menjauh dari Angga  setiap angga mendekat.
          Tanpa ada yang tau  Juna selalu mendekati Vinda caranya yang pandai berbicara dan dekat dengan perempuan membuat Vinda pun dekat dengan Juna.
Angga yang tanpa tau kedekatan Vinda dengan Juna berusaha untuk selalu mendekati dan mendapatkan hati Vinda,cara Vinda menjauhi Angga setiap kali Angga mendekat membuat Angga semakin penanasaran untuk mendekati Vinda.
Farez yang tau sikap Vinda terhadap Angga meminta angga untuk menjau dari Vinda secara perlahan  karna Farez puntau kedekatan Vinda dengan Juna , Angga yang kekeh seperti sifatnya yang selalu focus pada tujuannya tidak mendengarkan nasehat Farez.
           Kedekatan Vinda dengan Juna semakin terlihat ketika vinda yang mau membantu menyelesaikan tugas Juna di kampus, Angga yang mulai merasakan kedekatan Vinda mulai menjauh dari Juna karna marah melihat perhatian Vinda terhadap Juna.
Juna yang tidak begitu memperhatikan sikap Angga yang mulai menjauh tetep mendekati Vinda,keretakan persahabatan mulai terasa oleh Farez,Dara  yang menjadi pendiam di perpustakaan karna kecewa pada Firman,Angga yang mulai menjauh karna cemburu,Juna yang selalu mementingkan  perempuan hingga lupa pada teman,farezpun yang sibuk dengan Riani membuat persahabatan  mereka benar-benar hancur.
            Beberapa hari  yang berlalu mulai muli muncul kabar Juna yang berpacaran dengan Vinda,Angga yang mendengar kabar tersebut membuat  Angga  sangat marah dan mendatangi Juna.
           Juna yang tanpa tau apa yang terjadi mendapat pukulan dari Angga di tengah lapang kampus, Angga yang terus bertanya kepada Juna tentang hubungannya dengan Vinda membuat Juna punmengatakan yang sebenarnya bahwa Juna dan vinda memang sudah berpacaran dengan rasa bingung bertanya pada Angga memang apa masalahnya bila Juna dan Vinda berpacaran.
Dengan rasa marah Angga mengatakan tentang perasaan dan perjuanggan Angga untuk mendekati Vinda,mendengar perkataan Angga juna terdiam bingung tentang apa yang harus di lakukannya.
Apakah Juna harus melepas Vinda untuk Angga yang vindannya selalu menghindar dan menjauh dari Angga atau mempertahankan Vinda wanita yang sedang dia sayangi saat ini.
Dengan rasa marah Angga pergi meninggalkan Juna yang terdiam bingung di tengah lapang, farez yang melihat perkelahian mereka mendekati Juna  dan berusahan menenangkan Juna akan tetepi Juna yang tau bahwa Farez tidak mengatakan tentang perasaan Angga pada Vinda membuat Juna pergi tanpa menghiraukan Farez.
Dara yang  tidak tau tentang perkelahinan Angga dengan Juna, melihat Angga menyendiri di perpustakaan membuat Dara mendekatinya dan menanyakan apa yang terjadi setelah Angga menceritakan apa yang terjadi, Dara pun menceritakan bahwa  dia dan Farez puntau tentang perasaan Juna dan Angga yang sama – sama menyukai Vinda, Angga yang merasa di bohongi oleh Dara dan Farez mulai ikut menjauh dari mereka.
                   BEBERAPA MINGGU KEMUDIAN…
Kelas yang mulai terasa hening dan sepi karna pertengkaran antara 4 sahabat yang biasa paling aktif membuat kelas menjadi hidup.
Juna yang mulai tidak merasa cocok dengan Vinda semenjak mengetahui tentang perasaan Angga terhadap Vinda membuat Juna mulai dekat dengan  lina, wanita yang sangat kaku dan pendiam. Karna kedekatan lina mulai terasa oleh Juna membuat Juna sangat merasa nyaman berada di dekat lina,hingga memutuskan hubungannya dengan Vinda yang mulai terasa tidak cocok lagi.
Walau Juna tau Lina sudah memiliki pacar Juna tetap memendam perasaan dan berusahan untuk selalu dekat dengan lina tanpa lina harus tau tentang perasaan yang sedang di rasakannya, dengan selalu member perhatian dan mengantar jemput Lina ke kampus membuat Juna merasa sangat senang.
Sifat Juna yang seorang playboy karna suka berganti pasangan,mulai hilangkarna kesadarannya akan cinta dari pengalaman cinta yang membuat persahabatan dia hancur,ditambah sosok lina yang selalu mengingatkan kedekatan Juna dengan  tiga sahabatnya yang lain, dimana yang membuat dia  sadar bahwa persahabatannya hancur karna keegoisannya terhadap perempuan yang lupa pada teman-temannya selama ini,menjadikan lebih dewasa saat ini.
Karna Linalah Juna mulai merasakan rindu akan kebersamaan kedekatan yang selama ini iya jalani bersama sahabat –sahabatnya.
Setelah putusnya Vinda dengan Juna vinda pun selalu menyendiri, sama seperti Dara yang kecewa dengan cinta kini Vinda menjadi wanita penyendiri.
Angga yang pernah merasakan perasaan sayang pada Vinda merasa ingin menghibur Vinda yang sedang wenjadi sosok yang pendiam, mulai perhatiannya Angga pada Vinda membuat perasaan yang sudah lama ingin di hapuskan mulai muncul kembali.
Angga yang tidak pernah menyerah walau Vinda yang selalu menjauhi Angga walau dia sudah putus dengan Juna,membuat Vinda secara perlahan membuka hatinya untuk vinda.
Semakin dekatnya Vinda dengan Angga membuat Anggga sadar bahwa karna keegoisannya karna cintanya terhadap vinda selama ini membuat dia lupa akan tujuannya berada di kampus, hancurnya persahabatan dari orang  - orang yang selama ini selalu bersama dan mendukungnya,di tengah keterbatasannya,dan dari sosok sahabat yang selama ini membantunya tanpa memandang dia berasal dari keluarga yang tida setara yang bahkan membuat dia selama ini merasa dininya sama dengan yang lain karna persahabatan mereka tanpa memandang sebuah setatus social.
Kedekatannya Farez denngan Riani yang mulai susah di temui karna keterbatasan hubungan mereka yang di halangi keluarga Riani yang sangat keras, membuat Farez menyadari rasa kehilangannya sosok teman,sahabat,yang selalu membantunya disaat dia merasakan rasanya kesepian karna selama ini teman yang dekat dengannya hanya karna menginginkan materi yang dia punya selama ini.
Farez yang menyadari kesalaha caranyannya untuk menghindari masalah dalam persahabatannya  karna menutupi satu sama lain perasaan Juna dan Angga  yang menyukai vinda  justru membuat persahabatannya hancur,farez yang menyadari itu semua membuat dia untuk pergi meminta maaf pada Angga,Juna, dan Dara
Ya sama halnya Dara yang mulai mengenal cinta barunya dari sebuah pertemuanan tidak sengaja dengan Rama di perpus kini mulai menyadari bahwa iya sangat egois selama ini karna kesedihannya terhadap kekecewaan cinta membuat dia lupa bahwa dia memiliki sahabat- sahabat yang selama ini selalu mendukungnya,sahabat yang selama ini selalu berusaha membuat dia kembali tersenyum dengan canda tawa yang mereka lakukan bersama –sama .
Karna kesadaran Dara,Juna,Angga,dan Farez dan saling menta maaf dan memaafkannya mereka membuat mereka sadar seberapa pentingnya sosok sahabat,dan dari semua hal itu jugalah yang membuat persahabatan mereka semakin kuat dan selalu mengutamakan kejujuran dan pengertian dalam sebuah persahabatan.

Persahabatan mereka yang sekarang kembali utuh dimana sebuah warung kopi yang awalnya berempat kini bertambah ramai
Angga dengan Vinda yang sudah mulai dekat,Juna dengan Lina dengan cinta tersembunyinya, Dara dengan rama cowo baru yang hadir dalam hidup Dara yang membuat dia percaya akan CINTA kembali, dan Farez dengan  Riani pacarnya yang harus bestrid karna kedua orang tua Riani yang ingin riani focus pada kuliahnya.
        Cinta,dan Sahabat sangatlah penting tanpa adanya kejujuran,salig mengerti saling perduli,hanya akan menumbuhkan keegoisan yang akan menghancurkan baik itu Cinta atau sebuah Persahabatan.



     


MAKALAH ANTROPOLOGI


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sebelummanusiamengenalilmupengetahuan(science), manusialebihdulumengenalpengetahuan(knowledge).Pengetahuansendiriadalahsegenap yang diketahuimanusiasebagaihasilkerjapancainderanyacontohnyapengetahuantentangbintang di langitkarenamelihatnyadimalamhari, tapitidaksemuapengetahuandapatdiperolehhanyadenganmengandalkanhasilkerjapancainderasaja, adapengetahuan yang caramemperolehnyaharusmelaluicara-cara yang bersifatsistematisdenganmenggunakanlogikadantelahterujisecaraobyektifkebenarannya. Pengetahuan yang demikiandisebutdenganilmuPengetahuan(science)contohnyapengetahuantentangcaramembuatpesawatterbang. Berdasarkanobyeknyailmupengetahuanterdiridariilmualam, ilmusosial, humanioradanmatematika.Sedangkanberdasarkanpenerapannyailmupengetahuanterdiridaripure science (ilmumurni) danapplied Science (ilmuterapan).















1.2 Rumusan Masalah
1.Apa yang dimaksud dengan Antropologi sebagai ilmu murni ?
2. Apa yang dimaksud dengan Antropologi sebagai ilmu terapan  ?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud Antropologi sebagai ilmu murni dan ilmu terapan

























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Antropologi sebagai ilmuterapan (applied science)
Pendidikanmerupakanilmu yang relative barudalamperkembangannya, meskipun proses pendidikansudahdilaksanakansejakmanusiaituada[1]. Perkembanganilmupendidikansangattergantungpadaperkembanganilmulainnya,terutamapsikologi, sosiologi, antropologi, dankomunikasisertailmusosiallainnya.JadiAntropologimerupakanilmuterapan.Denganbersandarnyailmupendidikanpadailmulainnya,makailmupendidikandikategorikansebagaiilmuterapan (applied science).Artinyailmuiniberkembanguntukditerapkansecaralangsungataumemecahkanberbagaipersoalandalambidangpendidikandenganmenggunakanpendekatan, ataumeminjamteori-teoridasardariberbagaidisiplinilmulainnya (ilmumurni)[2].

















  2.2        Sosiologiantropologisebagaiilmumurni (pure science)
Berbedadenganantropologidikategorikansebagaiilmu terapan.Ilmumurnimemilikimaknabahwaperkembanganilmutidaksemata-matadidasarkanuntukkepentinganpemecahanmasalah yang ada di masyarakat, melainkansebagaibahandasardalammembentuksebuahpengetahuan yang sempurnadalammemahamipersoalan yang berkaitandenganobjekformalnya.Dengandemikiantugasutamadariilmumurniinilebihkepadabagaimanamengembangkankonsepdanteori-teorisehinggatingkatkeajegan (validitas) teoritersebutsemakintinggiatausempurna.Teori-teori yang dikembangkanolehilmumurniinibiasanyamenjadisandaranatau paying dalampengembangandanimplementasiilmuterapan[3].















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1.      Dengan bersandarnya ilmu pendidikan pada ilmu lainya seperti ilmu Antropologi, Maka Antropologi disebut sebagai ilmu terapan.
2.      Antropologi disebut ilmumurnikarena lebihkepadabagaimanamengembangkankonsepdanteori-teorisehinggatingkatkeajegan (validitas) teoritersebutsemakintinggiatausempurna.



[1]Mardianto Adi, Antropologi Sebagai Ilmu Murni atau Terapan, Makassar, hlm.3
[3]http://madigabungan.blogspot.com/2011/04/sosiologi-dan-antropologi.html

sponsor